Story About My Friends

Akhirnya, tanpa terasa, aku sudah menginjakkan kakiku di kelas XI. Segala kenangan yang telah berlalu di kelas X pun hilang sudah kulupakan, termasuk salah satu cerita yang pernah aku post sebelumnya. Ya, benar aku sudah melupakannya atau istilahnya sudah move on ^^.

 

Di kelas XI ini, yang pasti aku menambah teman baru lagi, yang ternyata sifatnya makin beragam. Ada beberapa temanku yang akan aku ceritakan.

 

Wendy

Tahu Wendy kan? Ya, Wendy teman sekelas sekaligus teman sebangkuku di kelas X yang pernah kuceritakan di cerita sebelumnya. ‘Dia selalu datang paling awal setiap harinya.’ ‘Dia orangnya rajin, kalau sudah rajin tentu pintar.’ Itu dia dua penggal kalimat tentang Wendy dari cerita Ya Sudah Lah Yah. Tentu saja, karena kami satu kelas lagi, kami pun duduk sebangku lagi. Selain itu, ada hal yang belum pernah kuceritakan di cerita sebelumnya, karena pada saat itu aku baru mengenalnya. Tapi ternyata, kalau sudah lama mengenalnya, terungkap juga kalau dia ternyata orangnya riweh banget naujubileh. Apalagi kalau ada barangnya yang hilang. Tapi walaupun begitu, dia merupakan teman sebangku yang menguntungkan, karena bisa dijadikan sebagai tempat bertanya dan bekerjasama di saat ulangan. Eh.

 

Fenia

‘Jangan coba-coba untuk memarahi dia, nanti malah kamu yang dimarahi‘. Maksudnya, kalau ada orang yang  marah padanya—sebenarnya bukan marah, hanya memberinya nasihat—dia malah membalasnya dengan marah lagi. Dia juga, orangnya seringkali dibuli oleh teman-teman. Maka dari itu, aku agak merasa kasihan padanya. Kalau sudah dibuli, biasanya dia mudah ngambek atau lebih tepatnya pundung. Selain itu, kalau sedang bicara, bahasa yang digunakannya itu baku banget. Jadi, dia sering memakai ungkapan kata atau istilah lainnya. Tapi, entah kenapa aku merasa kalau dia makan lama sekali. Entah karena porsi bekal yang banyak atau keharusan mengunyah sebanyak 32 kali, aku tidak tahu. Walaupun begitu, dia itu teman yang baik.

 

Meysa

Temanku yang satu ini memang orangnya moody. Jadi, seringkali tiba-tiba marah atau bete, apalagi kalau sedang diganggu oleh si orang geje. Selain itu, dia kepo-ers banget, maksudnya pingin tahu segala hal—tidak segalanya juga sih. Namun sayangnya, saat ini dia sedang dilanda galau antara diharkosin atau tidak. Maka dari itu kita doakan saja semoga dia tidak diharkosin. Oh iya, aku juga seringkali curhat dengannya tentang masalah cowok.

 

Yua

Temanku yang satu ini memang sesuatu banget ya. Seringkali tertawa sendiri. Hiii. Maksudnya, di saat orang lain tertawa, dia malah tidak ikut tertawa. Tapi, kalau ada hal yang menurutnya lucu, dia malah tertawa sendiri—istilahnya asik sendiri. Dan ketawanya itu ya, seperti nenek sihir. Tahu kan kalau nenek sihir tertawa itu seperti apa? Sudah begitu susah pula untuk berhentinya. Dan juga, dia seringkali membahas hal yang menurutnya lucu itu berulang-ulang, walaupun menurutku itu sudah basi—sepertinya hingga saat reunian nanti dia akan membahasnya lagi. Tapi, walaupun orangnya agak sedikit aneh, dia juga orangnya baik, shalehah, rajin menabung, buang sampah pada tempatnya, mandiri dan perhatian banget. Pokoknya mirip mama banget, karena suka memberi nasihat dan tahu tentang segala informasi penting. *Eh nggak deh ralat semuanya. Takut hidungnya langsung terbang kalau dia baca. Hehe..

 

Kanne

Dia ini partnernya Yua. Orangnya centil banget. Tapi, galau-ers juga. Seringkali galau, terus tiba-tiba menangis. Karena apa? Aku pun tidak tahu karena apa. Dia suka sekali menyanyi ala VG (Vocal Group). Gayanya itu VG banget. Bahkan dia pun mengaplikasikannya ketika sedang berbicara di depan guru atau berbicara di depan kelas. Dia suka sekali  mengenakan baju warna warni cerah, mungkin karena itu memang ciri khas centilnya. Saking centilnya, sampai-sampai dia telah menularkan virus centilnya pada Yua. Walaupun dia memang partnernya Yua, dia seringkali membuli Yua, yah walaupun bulian Kanne tidak pernah mempan pada Yua.

 

Ternyata memang benar bahwa sifat orang itu tidak ada yang sama, seperti misalnya sifat teman-temanku tadi yang beragam dan berbeda-beda. Ada yang riweh, pundungan, moody, aneh, dan centil. Lho, aku sendiri apa sifatnya? Apa ya? Hanya orang lain yang dapat menilai.

 

Oke, sekian saja cerita dari sekian teman yang sudah aku ceritakan. Tunggu kelanjutan ceritanya.

Bye~

1 Comment

  1. Pingback: unexpected? kekeke « L O L

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s