GEJE = GJ = Gak Jelas

Bingung mau post apa soalnya udah lama ga nge post hehehe. Yaudah deh post ini aja berhubung saya suka dibilang ‘geje’ sama teman saya (yang ngerasa) hahaha :p.

Jadi….pertama-tama, geje itu apa sih?

Siapa sih yang tidak tahu kata ‘geje’? Rasanya sudah tidak asing ketika mendengar kata ‘geje’. Kata-kata ‘geje’ sudah sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Ada beberapa referensi mengenai arti dari kata ‘geje’, yaitu menurut kamus istilah gaul, geje adalah pelafalan dari GJ, yaitu singkatan dari Gak Jelas. Biasa digunakan untuk percakapan ketika lawan bicara berbicara tentang hal – hal yang tidak jelas.

Jadi, istilah geje terdiri dari 2 kata, yaitu Gak = Tidak dan Jelas = Tidak Jelas. Dalam KBBI, kata ‘tidak’ merupakan partikel untuk menyatakan pengingkaran, penolakan, penyangkalan, dsb, sedangkan kata ‘jelas’ memiliki arti terang; nyata; gamblang. Jadi, ‘tidak jelas’ atau ‘gak jelas’ merupakan ingkaran dari kata ‘jelas’, sehingga artinya menjadi tidak terang, tidak nyata, dan tidak gamblang.

Berikut adalah contoh penerapan dari kata ‘geje’:

A : Woi, gue kemaren baru beli kertas, pensil, dan penghapus lho…

B : Terus?

A : Ya nggak papa curhat aja..

B : Geje…

Contoh lain kalau dibuat rada versi sundanya sih jadi gini:

A : Eh, (insert name here)

B : Apaa?

A : Gapapa misscall doang

B : Naon ih ai kamu gejeee :p

Contoh lain (lagi). Yang ini gejenya akut nih lebih parah lagi. Bahkan sampai membuat pernyataan bahwa dirinya geje. Ga ngerti lagi ._.:

A : Eh, tadi aku baru aja potong rambut loh #teruskunaon

B : Naon ih? Gejeee :p

Keterangan: kalau ga ngerti tanya orang terdekat yang ngerti bahasa sunda ya wkwkwk.

 

Tadi hanya sekian dari sekian banyak contoh penerapan kata ‘geje’ dalam kehidupan sehari-hari. Masih banyak penerapan yang kerap kita jumpai dan mungkin tidak kita sadari. Orang geje pun kerap kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Bisa sahabat, teman dekat, keluarga, dan orang-orang yang kita kenal lainnya. Nah, sekarang muncul berbagai pertanyaan, “Bagaimana cara menghadapi orang geje?”, “Bagaimana cara memberitahu orang geje?”, atau mungkin “Bagaimana agar tidak menjadi orang geje?”. Mungkin ada diantara readers yang punya teman geje atau mungkin readers sendiri yang geje? Siapa tahu membantu hahaha baca aja yaa.

Cara menghadapi orang geje

  1. Kondisi 1: ke orang yang sudah kenal lam

A : Blablabla (mengatakan sesuatu yang geje)

B : Ih apaan sih geje banget dah (ngomong gini juga kayaknya udah biasa soalnya udah kenal lama)

  1. Kondisi 2: ke orang yang baru kita kenal

A : Blablabla (mengatakan sesuatu yang geje)

B : Oooh gitu *pura-pura iya aja biar hatinya tidak tersinggung*

  1. Kondisi 3: ke orang yang freak + annoying

A : Blablabla— (mengatakan sesuatu yang geje)

B : *pergi* *abaikan* *jahat* (bahkan ngomongnya belum selesai wkwkwk)

Cara memberitahu orang geje

Ada beberapa cara memberitahu orang geje, diantaranya:

  1. Secara spontanitas

Langsung secara spontanitas bilang “geje” atau “geje ih” atau “apaan geje” saat si pelaku selesai berbicara geje.

  1. Secara halus

“Kamu geje, tapi sebenernya kamu baik kok J”

Tapi jangan dibalik jadi gini ya .-.

“Kamu baik, tapi gejeee” (udah naik langsung terjun bebas namanya -_-)

  1. Secara tidak halus

“Kamu tau ga sih, kamu tuh geje banget. Ngerti ga sih? Sadar diri woy!” (ini sih orangnya lagi sensian -_-)

  1. Secara jujur dan terang-terangan

“Kamu geje, tapi sebenernya kamu baik kok J. Tapi ya tetep aja sih geje” (ini sih jahat namanya .-.)

  1. Secara ada maunya (penjilat)

“Kamu geje, tapi kamu baik banget kok. Jadi, kamu mau kan bantuin aku? Bantuin dong, kan baik J” (bener-bener ada maunya)

  1. Ke orang yang freak + annoying

(Ga usah dikasih tau, udah dari sananya -_-. Kalau dikasih tau malah nambah masalah huehuehue. Maklumin saja)

Agar tidak menjadi orang geje

  1. Berbicara seperlunya, berbicara hal yang penting saja. Hal-hal yang tidak penting tidak perlu dibicarakan.
  2. Memikirkan kembali topik sebelum melakukan pembicaraan, apabila hal tersebut dirasa tidak penting, sebaiknya tidak perlu dibahas.
  3. Jangan membuat orang lain merasa annoying dengan pembicaraan kita. Seperti menceritakan informasi tidak penting yang baru saja kita alami.
  4. Jangan melebih-lebihkan suatu pembicaraan yang tidak penting.
  5. Jadilah diri sendiri, kecuali udah geje dari sananya sih itu beda cerita .-.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s