Review: The Kill Order

The Kill Order

               The Kill Order

Sebelum WICKED dibentuk, sebelum Glade dibangun, sebelumThomas memasuki Maze, ledakan sinar matahari menerpa bumi, dan umat manusia terserang penyakit.

Mark dan Trina di sana saat semua itu terjadi, dan mereka selamat. Tapi, selamat dari ledakan matahari adalah hal yang mudah jika dibandingkan dengan apa yang terjadi setelah itu. Sekarang penyakit kegilaan menyebar di Amerika Serikat bagian timur, dan ada yang mencurigakan tentang asal usul penyakit itu. Parahnya lagi, penyakit itu bermutasi, dan semua bukti menunjukan bahwa umat manusia akan bertekuk lutut karenanya.

Mark dan Trina yakin ada cara untuk menyelamatkan manusia yang tersisa sebelum mereka semua terjangkit kegilaan. Mereka bertekad untuk menemukan jalan keluarnya—kalau mereka masih bisa bertahan hidup. Karena di dunia baru yang luluh lantak saat ini, semua nyawa ada harganya. Dan bagi sebagian orang, ada yang dianggap lebih pantas mati alih-alih dibiarkan hidup.

Buku The Kill Order ini merupakan seri prekuel-nya dari seri trilogi Maze Runner. Buku yang cukup rame kalau dibaca menurut saya hahaha. Buku ini memang memberi sebuah cerita baru yang berbeda. Awalnya saya pikir buku ini akan menceritakan kejadian masa lalu yang menimpa Thomas dan Teressa ketika ledakan matahari menyerang dan mengungkap darimana asal mula penyakit itu berasal, dan tentu saja bagaimana WICKED bisa dibentuk. Namun ternyata tidak. Bagian Thomas dan Teressa hanya diceritakan sedikit di bagian awal buku ini (prolog) dan epilog. Keseluruhan cerita ini ternyata terfokus pada peran utama dari seorang anak laki-laki bernama Mark dan seorang gadis bernama Trina yang berjuang untuk bertahan hitup dimulai dari ketika ledakan matahari menyerang hingga mereka berhasil melaksanakan misi terakhir mereka yang akan membawa perubahan besar bagi dunia yang telah luluh lantak akibat ledakan sinar matahari.

Cerita antara Thomas-Teressa memang tidak ada hubungannya dengan cerita Mark-Trina. Namun, dalam buku ini dijelaskan asal mula kejadian ketika ledakan matahari datang dan mengubah segalanya, kemudian bagaimana asal mula virus bernama Flare tersebut muncul yang mengakibatkan Thomas dan teman-temannya harus menjalani segenap tes demi memerangi virus tersebut. Cerita dalam buku ini bersifat alur maju-mundur. Sesekali diceritakan mengenai kejadian di masa lalu Mark ketika dirinya berjuang saat pertama kali ledakan matahari menyerang. Hal tersebut diceritakan dalam bentuk mimpi-mimpi yang dialami Mark dalam tidurnya.

Spoiler:

Berawal dari kehidupan Mark dengan Trina yang sudah hidup dengan tenang di salah satu kawasan pemukiman di atas Pegunungan Appalachian di wilayah barat North Carolina—salah satu tempat yang aman setelah terjadinya ledakan sinar matahari. Mereka dapat selamat sampai ke sana berkat bantuan seroang mantan tentara bernama Alec dan rekan perempuannya bernama Lana. Berikut dengan rekan lainnya bernama Misty, Toad, dan Darnell. Ketenangan mereka tiba-tiba direnggut begitu saja ketika sebuah Berg datang dan meluncurkan serangan anak panah mematikan secara membabi buta. Setiap yang terkena anak panah akan langsung mati, namun mereka semua berhasil selamat. Alec dan Mark akhirnya memutuskan untuk naik ke atas Berg untuk melakukan serangan pada para penembaknya. Mereka berhasil melakukan itu dan akhirnya menjatuhkan Berg di suatu tempat. Akhirnya mereka memutuskan untuk kembali melihat keadaan dan tentu saja pemukiman mereka telah berubah dipenuhi bau busuk dari mayat-mayat yang ditumpuk. Beberapa yang ikut membantu menindahkan mayat justru menjadi terserang sebuah penyakit aneh yang merusak otak dan membuat gila. Darnell yang terkena pertama kali penyakit itu, kemudian disusul Misty, kemudian Toad.

Ada suatu keanehan yang terjadi pada penyakit itu. Pada awalnya, penyakit itu mematikan ketika pertama kali mengenai korbannya. Lama-kelamaan, penyakit tersebut bermutasi sehingga korbannya menjadi mati secara perlahan-lahan. Penyakit tersebut menyebar secara cepat. Mark dan teman-temannya mengira bahwa mereka juga telah tertular penyakit itu. Hal yang sama pun terjadi pada suatu pemukiman di tempat lain. Mayat-mayat ditemukan di sana dan mereka menemukan seorang anak kecil yang tidak sakit walaupun terkena anak panah, bernama Deedee. Mereka membawa anak kecil tersebut untuk ikut dengan mereka.

Sesampainya di hutan dalam perjalanan menuju bunker asal mula Berg tersebut, mereka mendengar suara aneh di kejauhan. Setelah Mark dan Alec pergi untuk melacaknya, situasi semakin memburuk. Orang-orang mulai berpikiran tidak waras dan mulai saling menyerang satu sama lain. Setelah berhasil keluar dari kekacauan itu, Mark dan Alec kembali namun mereka kehilangan Lana, Trina, dan Deedee. Akhirnya Mark dan Alec memutuskan untuk pergi ke bunker Berg tersebut dengan berasumsi bahwa teman-temannya pun sedang bergerak menuju ke sana. Sesampainya di sana, mereka menemukan bunker yang terletak di bawah tanah tersebut. Mereka mendapatkan informasi mengenai apa yang sedang terjadi saat ini dan siapa yang bertanggung jawab atas peluncuran virus-virus ini. Dengan informasi tersebut, mereka tahu kemana sebenarnya tujuan mereka, yaitu menemui pemerintah sementara sebelum semuanya menghilang masuk ke dalam Flat Trans dan meninggalkan dunia di baliknya dalam kegilaan. Namun, sebelum itu mereka harus menemukan ketiga perempuan itu.

Akhirnya Alec menemukan lokasi dimana ketiga perempuan itu berada, di tengah kerumunan orang-orang yang telah terinfeksi penyakit dan telah sepenuhnya gila. Mark dan Alec mencari cara agar dapat membawa ketiga perempuan itu dari kumpulan orang-orang yang terinfeksi. Pada akhirnya mereka memasuki pemukiman dan melakukan serangan dengan menggunakan Transvice (sebuah senjata yang dapat menghilangkan manusia). Namun terlambat, mereka menemukan Lana telah dikerumuni oleh orang-orang gila yang sedang menikamnya, memukulinya, dan mencakarnya. Setelah melenyapkan semua orang di kerumunan tersebut—termasuk Lana—dengan Transvice-nya, mereka memfokuskan pencarian pada Trina dan Lana. Mereka akhirnya menemukan kedua perempuan itu di salah satu rumah. Setelah berjuang cukup panjang dan melelahkan dalam melewati kerumunan orang-orang gila, ahirnya mereka berhasil kembali ke Berg.

Ketika sesampainya di Berg, Mark membuka salah satu tablet pemilik pesawat tersebut dan menemukan sebuah fakta bahwa ternyata penyerangan virus tersebut memang disengaja dan merupakan perintah langsung dari pemerintah sementara (seperti judul dari buku ini yaitu ‘Perintah Membunuh’). Penyerangan virus tersebut terpaksa dilakukan demi mencegah kepunahan ras manusia dengan keadaan semakin menipisnya sumber daya alam yang tersedia. Pada saat itu pun Mark dan Alec tersadar bahwa semua ini akan segera berakhir. Mark tersadar dari perkataan Trina mengenai Deedee yang kebal terhadap virus dan mereka harus mengantarkan anak itu melewati Flat Trans lalu semuanya berakhir, termasuk hidup mereka. Mereka pun sudah mulai merasakan tanda-tanda bahwa sebentar lagi mereka akan sama seperti orang-orang yang terinfeksi dan mulai gila. Akhirnya Alec memutuskan untuk menerbangkan Berg menuju markas pemerintahan, kemudian Mark dan Trina akan turun dan mengantarkan Deedee menuju flat trans. Cerita yang cukup membuat sedih di akhir buku ini, ketika Mark, Trina, dan Deedee mengucapkan kata-kata perpisahan. Akhirnya setelah Deedee berhasil melewati Flat Trans, tinggal tersisa Mark dan Trina serta kerumunan orang terinfeksi yang sedang menuju pintu gedung dimana Flat Trans berada. Berg pun datang mendekat, Alec melaksanakan tugasnya—menabrakkan Berg untuk menghancurhan gedung berikut dengan Flat Trans-nya. Cerita kehidupan Mark dan Trina pun berakhir sampai di sana.

Yap, cerita yang cukup rame walaupun sebenarnya tidak ada hubungannya dengan Thomas dan Teressa, walaupun tidak berakhir dengan bahagia huhuhu L. Sedih juga karena ceritanya ga ada lagi wkwkwk. Sebenarnya, saya masih belum mendapatkan jawaban dari berbagai pertanyaan yang belum terjawab pada seri trilogi maze runner, yaitu mengenai WICKED. Hmm, saya pikir saya akan menemukan jawabannya di buku ini, namun ternyata buku ini tidak membahas WICKED sama sekali. Yaaah cukup disayangkan memang. Apalagi dengan akhir dari buku prekuel ini yang sangat menggantung. Di akhir buku diceritakan Thomas yang baru saja diambil dari ibunya oleh 3 orang (mungkin dari WICKED) untuk membawa perubahan besar bagi dunia. Yah, setelah itu tidak diceritakan apa-apa lagi tentang Thomas dan WICKED hahaha. Secara keseluruhan, bukunya rame. Saya kasih bintang 4 untuk buku ini. Kurang 1 bintang untuk beberapa pertanyaan yang belum terjawab di seri trilogi-nya hehehe😀.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s